Kamis, 14 Februari 2013

PRABOWO SUBIANTO


Mengingat begitu krontroversial dan banyaknya disinformasi mengenai tokoh yang satu ini maka kali ini kami akan mengulas mengenai sosok seorang Prabowo yang kontroversial itu dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Tujuannya adalah agar masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap dan berimbang tentang calon pemimpin yang akan dipilihnya termasuk Prabowo












PRABOWO lahir di Jakarta 17 Oktober 1951. Beliau adalah mantan Danjen KOPASUS, pengusaha sukses, politisi dan calon presiden 2014.
Prabowo adalah putera dari begawan ekonomi Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo.
Beliau juga cucu dr Raden Mas Margono Djojohadikusumo yang merupakan anggota BPUPKI dan juga merupakan pendiri Bank Nasional Indonesia (BNI)
Prabowo adalah sosok yang cerdas dan tegas, menyayangi para staf dan bawahannya, tidak ada bawahan atau staf Prabowo yang tidak loyal padanya, tidak ada seorang pun yang meragukan loyalitas, patriotisme dan jiwa kepahlawanan seorang Prabowo Subianto
Pribadinya dipengaruhi oleh pamannya Subianto yang gugur dalam perang, untuk mengenang dan menghormati pamannya yang seorang pejuang revolusi kemerdekaan itu, Prabowo Djojohadikusumo ganti nama menjadi Prabowo Subianto.

Darah Prabowo adalah darah pejuang, darah Pahlawan Bangsa, dan jika diselusuri lebih jauh lagi, leluhur Prabowo adalah Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu), yang bernama Raden Tumenggung Kertanegara III.
Prabowo juga terhitung sebagai salah seorang keturunan dari Adipati Mrapat, Bupati Kadipaten Banyumas Pertama ( Silsilah & Leluhur Prabowo Subianto )
Pahlawan "Daan Mogot" juga disebut-sebut sebagai salah satu paman Prabowo yang lain, yang menyumbangkan darah dan nyawanya bagi Ibu Pertiwi tercinta.
Dari silsilahnya tampak bahwa Prabowo memiliki “darah biru” elit pemimpin Indonesia, bahkan jauh sebelum republik ini lahir

Prabowo menikah dengan Titiek Prabowo, anak Presiden Soeharto. (Keputusan yang tampak prospektif saat itu, namun menjadi blunder dalam hidupnya dikemudian hari). Pernikahan ini berakhir tidak lama setelah Soeharto mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.
Dari pernikahan ini, Prabowo dikaruniai seorang anak, Didiet Prabowo. Didiet tumbuh besar di Boston, AS dan sekarang tinggal di Paris, Perancis sebagai seorang desainer.

Dengan latar belakang keluarga intelektual, Prabowo mewarisi kecerdasan ayahnya.
Beliau dikenal sangat cerdas di sekolah maupun di AKABRI












Beliau adalah alumnus AKABRI (1974) namun tidak banyak yang tahu bahwa selulus SMA Prabowo juga diterima di Harvard University
Karirnya dibidang militer terbilang sangat cemerlang dan membanggakan.
Karir militer Prabowo termasuk yang tercepat dalam sejarah ABRI
Prabowo bahkan sempat disebut sebagai “The Brightest Star”. Dan dialah jendral termuda yang meraih 3 bintang pada usia 46 thn
Sebagai sesama orang militer Prabowo bisa dianggap sebagai “antitesa” dari SBY. Mungkin karena karir beliau yang banyak diisi dengan penugasan di satuan-satuan tempur
Meski sama2 merupakan “The Rising Star” di tubuh ABRI saat itu, SBY lebih dikenal sebagai perwira intelektualnya ABRI
Berbeda dengan SBY yang cenderung analitis dan berhati2 dalam mengambil keputusan, sebagai perwira lapangan Prabowo cenderung cepat “Take action”














Saat keputusan sudah dibuat Prabowo akan menjalankannya dengan penuh “determinasi”. Beliau siap menanggung segala konsekuensinya
Salah satu contohnya adalah perihal peristiwa penculikan aktivis yang telah mencoreng nama baik & menjadi penyebab kehancuran karir militernya
DKP yang menyelidiki kasus ini tidak pernah mengungkapkan hasil pemeriksaannya kepada publik, sekali-lagi, TIDAK PERNAH DIUNGKAPKAN, tidak juga kepada Prabowo yang notabene menjadi tertuduhnya
Tampaknya ada "pihak-lain" yang sengaja mengambil manfaat agar “prasangka publik” menghukum Prabowo lebih berat daripada dosanya
Meski Prabowo berikeras mengatakan tak pernah perintahkan, namun beliau mengambil alih tanggung jawab anak buahnya, “Saya ambil alih tanggung jawabnya” begitu kata beliau saat itu
Sikap yang harus dibayar mahal dengan hancurnya karir militer yang gilang-gemilang, namun juga menunjukkan kualitas kepemimpinan Prabowo
Jika Prabowo benar bersalah, mengapa justru korban2 penculikan seperti Pius L Lanang & Desmond J Mahesa justru menjadi pengurus Partai Gerindra?
Meski begitu, kualitas kepemimpinan Prabowo justru sudah teruji di saat2 paling kritis yang pernah dialami negeri ini












Bagi mereka yang lelah dengan kepemimpinan yang lemah, lama mengambil keputusan, selalu terkesan ragu2 tampaknya Prabowo adalah jawabannya
Bagi mereka yang muak dengan pemimpin yang sibuk selamatkan diri sendiri saat ada masalah maka Prabowo adalah pilihan yang patut dipertimbangkan
Dibanding memilih mengorbankan anak buahnya, Prabowo memilih untuk ambil alih tanggung jawab & menanggung sendiri resikonya
Seorang kapten kapal yang baik bukanlah yang pertama selamatkan diri saat kapal tenggelam, tapi justru yang terakhir.
Sayang, karir militer Prabowo yang gilang-gemilang itu berakhir dengan cara yang kurang mengenakkan, bahkan bisa dikatakan memilukan.
Prabowo bisa dikatakan pihak yang dikalahkan dalam proses perebutan kekuasaan dan pengaruh di tubuh militer pada masa2 kritis thn 1998












Berbicara tentang Prabowo kita tidak bisa lepas dari peristiwa kelam Mei 1998 yang mencoreng nama bangsa Indonesia selamanya dan sebagai pihak yang kalah Prabowo menjadi “kambing hitam” dari semua kejadian tsb. ini tentu saja berpotensi menjadi pengganjal pencapresannya
Stigma sebagai “penjahat kemanusiaan” pasti akan dimanfaatkan sebagai senjata lawan2 politiknya untuk menjatuhkan Prabowo
Jika seandanyapun Prabowo adalah tokoh yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu maka dia sudah menerima segala hukumannya, bayangkanlah perasaan Prabowo yang karir gemilangnya didunia militer yang bgitu dicintainya itu harus berhenti dengan sejuta rasa malu dan aib.

Lalu bagaimana jika semua itu tidak benar? Layakkah Prabowo tersandera oleh prasangka tanpa bukti?
Lantas layak pulakah bangsa Indonesia kehilangan kesempatan untuk dipimpin oleh putera terbaiknya, yang bernama PRABOWO hanya dikarenakan asumsi belaka?

#37502

19 komentar:

  1. nice share gan, cukup memberi gambaran umum mengenai salah satu capres potensial yang patut diperhitungkan

    BalasHapus
  2. kita butuh sosok pemimpin negara yang tegas dan berani, biar iindonesia tidak di pandang sebelah mata dengan negara lain. bapak prabowo yang pantas memimpin iindonesia. meski latar belakangnya kejam dan sadis, itu yang saya harapkan.

    BalasHapus
  3. PRABOWO PRESIDEN...

    BalasHapus
  4. Terlalu banyak yang bermain memanfaatkan issue dan asumsi miring, saya pribadi tetap masih percaya dengan Pak Prabowo ,, Putra Terbaik Indonesia

    Tapi sayangnya gerakan yg menjegal beliau terlalu banyak, baik dari dalam negeri sendiri maupun dari luar negeri .. terutama yang banyak kepentingan dengan Indonesia ,,

    Cukup besar yang dia korbankan untuk menyelamat kehormatan pihak lain,
    sampai harus mengorbankan diri sendiri

    Butuh kekuatan yang cukup besar untuk berani mengungkap kebenaran yang sebenar-benarnya .. tapi sayangnya orangnya sudah mati ( Alm, Soeharto)

    Saksi hidup sebenarnya masih banyak seperti ;

    1. B.J. HABIBIE
    2. WIRANTO
    3. FAISAL TANDJUNG

    Wallahu A'lam .

    BalasHapus
  5. Pemimpin sejati yang rela mati kelaparan demi anak buah............ Lanjutkan jendral.......

    BalasHapus
  6. terima kasih infonya

    BalasHapus
  7. Alhamdulillahirobilalamiin,

    Tks telah berkenan posting back gound Bpk Purn Jenderal Prabowo Subianto.

    Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kemuliaan kepada beliau untuk memimpin bangsa Indonesia periode 2014 - 2019.

    Insha Allah, dukungan & DOA kami semua, selalu kami panjatkan tuk kesuksesan beliau, aamiin aamiin YRA.





    BalasHapus
  8. Laporan Tim Liputan Khusus Tribun Jogja

    TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengendarai kuda saat kampanye terbuka di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (23/3/2014), menyisakan sebuah kesan kuat.

    Setelahnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyebut Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto itu keturunan Pangeran Diponegoro.

    Menurut Basuki, hal itulah yang melatarbelakangi Jenderal Prabowo melakukan ritual berkuda sembari menyelipkan keris di bagian depan tubuhnya pada kampanye akbar Partai Gerindra.

    Aksi itu cukup menyolok dan mengundang penasaran mengapa Prabowo melakukannya.

    "Beliau memang keturunan Pangeran Diponegoro. Kalau gue yang pakai keris, baru bingung ntar lu," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/3).

    Benarkah Prabowo Subianto ini keturunan sang pangeran pengobar Perang Jawa (1825-1830) itu? Bukankah ia juga punya darah Minahasa dari garis ibunya, Dora Sigar.

    Penelusuran Tribun sepanjang pekan lalu ke sejumlah narasumber di Yogya maupun Manado dan Minahasa, kampung halaman Dora Sigar, menemukan data dan fakta menarik.

    Ada semacam paradoks pada diri Prabowo secara historis, berdasar riwayat keluarganya. Dari Langowan, kota kecil di Minahasa Utara, diperoleh informasi di tubuh Prabowo dan saudara- saudaranya masih mengalir darah Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar.

    Kapiten Langowan
    Siapakah dia? Tawajln Sigar ini tetua keluarga di Langowan, yang pernah menjadi kapiten ketika pasukan Tulungan atau pasukan bantuan (hulptroepen) dari suku-suku di Minahasa dikirim ke Jawa untuk membantu memadamkan perlawanan Pangeran Diponegoro.

    Pengiriman hulptroepen dari Minahasa dilakukan dua gelombang. Pertama pada tahun 1826, dan kedua pada 1829.

    Kapiten Tawajlin Sigar diberangkatkan di gelombang kedua, di bawah pimpinan Mayor Tololiu Herman Willem Dotulong, tokoh utama pasukan Tulungan.

    Bode Grey Talumewo, peneliti muda dan pengumpul data sejarah Minahasa kepada Tribun meyakinkan, Prabowo Subianto merupakan turunan kelima dari Kapiten Langowan, Benyamin Thomas Sigar. Dialah yang ikut membantu Dotulong selama tugas di Jawa.

    Bode menjelaskan, turunan Benyamin Thomas Sigar yakni Bastian Sigar yang memiliki anak Laurents T Sigar, Kepala Walak Langowan.

    Anak Laurents diberi nama Philip Sigar yang tak menjabat apa pun. Dari Philip lahirlah Philip LF Sigar.

    Philip inilah yang merupakan ayah Dora Sigar, ibunda Prabowo dan saudara-saudaranya. Dora Sigar yang dibawa ayahnya ke Utrecht, Belanda, bertemu Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo di negeri itu, mereka kemudian menikah.

    Philip LF Sigar ini pribadi yang cemerlang. Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris Karesidenan Manado (1922-1924), sebelum ditugaskan ke Bandung, Jawa Barat. Ayah Dora Sigar ini menjadi orang Indonesia yang menduduki jabatan tinggi dam strategis di jaman Hindia Belanda.

    "Dora Sigar kemudian bertemu dengan Soemitro di Belanda. Saat itu Soemitro kuliah di Belanda. Dari keduanya kemudian lahirlah Prabowo Subianto dan saudara-saudaranya," kata Bode yang kini mengumpulkan data sejarah pemimpin perang era Minahasa lama

    BalasHapus
  9. hidup prabowo,maju terus pantang mundur,komando.......

    BalasHapus
  10. bila memang benar sejarah ini dituliskan.....semoga Prabowo di akhir usianya mendapat kemuliaan di dunia & akhirat....karena sy sdh bosan dgn para pendusta & penista Republik ini

    BalasHapus
  11. bila memang ini se benar2nya sejarah hidup Prabowo tanpa kedustaan.....semoga bapak Prabowo mendapat kemuliaan di dunia & akhirat dan dimuluskan jalan menjadi pemimpin hebat di negri ini...tapi bila hanya sekedar iklan ....lupakan saja

    BalasHapus
  12. kisahnya mirip presiden Taiwan MAYING CIO kuliahnya pun sama , hujatan jga cacian akhirnya menjadi presian Taiwan

    BalasHapus
  13. Maju teruss pak prabowo, rakyat mendukungmu....

    BalasHapus
  14. Berkata jujur siapa yg bapak maksudkan "tanyakan atasan saya?"
    dalam debat capres tahap pertama, bisa jadi itu kunci persoalan....

    BalasHapus
  15. Hanya Prabowo yang pantas memimpin negeri ini.....

    BalasHapus
  16. SAYA HANYA MAU KOMEN KECERDASAN AKU PILIH PRESIDEN YG BISA BAHASA INGGRIS YAITU PRABOWO....... BY. AGUNG

    BalasHapus
  17. apapun hasil KPU, biarlah.. itu jadi pembelajaran buat kita dan pak prabowo, ternyata banyak orang indonesia itu yang masih sulit untuk diajak menjadi bangsa yang bermartabat, berdikari dan berkualitas, mereka masih mudah di pengaruhi sesuatu yang tidak rasional dan cuma ikut2tan

    BalasHapus
  18. penetapan pemilu capres membuat saya kehilangan sosok pemimpin yang tepat untuk indonesia

    BalasHapus
  19. sangat bagus sekali,izin share..

    BalasHapus

kasih komen yah...