Kisah itu dimulai di sebuah sudut kota Medan yang hangat, saat Marollop masih berseragam biru-putih di kelas 3 SMP. Di sanalah ia mengenal cinta pertamanya, barangkali inilah yang disebut 'Cinta Monyet'.
Setelah badai besar yang menghancurkan impian masa mudanya bersama "Mawar" (cinta pertama yang mengkhianatinya) hati Marollop benar-benar runtuh. Keseharian pasca-perpisahan pahit itu dihabiskan nya di tanah perantauan, bekerja menata hidup baru di Telkom Banda Aceh. Luka batin yang mendalam itu ia bawa ke ujung pulau Sumatra.